Bunga Anggrek dikenal mempunyai banyak sekali manfaat di dalam dunia dekorasi, tanaman ini akan popular digunakan pada bunganya. Bunga anggrek memiliki bunga yang sangat indah serta variasinya yang tidak terbatas. Bunga anggrek biasanya digunakan untuk diperjualbeikan untuk kebutuhan dekorasi. Apalagi jenis epifit yang tumbuh di pohon sekitar hutan rimba yang tersebr dari pulau Sumatera hingga Irian Jaya. Bunga anggrek juga digunakan untuk sebuah lambang dari suatu rasa cinta hingga kemewahan.

Dari beberapa spesies anggrek yang dikenal luas, hanya beberapa genus anggrek saja yang dikenal baik oleh masyarakat seperti genus Dendrobium, Phalaenopsis, Arachnis, Cymbidium, Cattleya, dan Vanda. Perkembanganbiakan anggrek dapat dilakukan secara vegetative maupun generative. Perbanyakan secara vegetative melibatkan bagian-bagian tubuh tanaman yang bukan merupakan organ reproduksi tanaman. Kini, perkembangbiakan secara vegetative juga mulai berkembang dengan metode kultur jaringan. Dengan metode ini, jumlah anakan yang dihasilkan semakin banyak dengan kualitas yang dapat tetap terjaga.



Perkembangan Generatif

Perkembangbiakan atau perbanyak tanaman dengan menggunakan biji adalah menanam anggrek dari biji dengan metode perbanyakan generative. Teknik perbanyakan generative lainnya adalah dengan cara penyerbukan bunga. Perbanyakan anggrek dengan cara penanamna biji pertama kali diperkenlkan oleh Knudson pada tahun 1920 an.

Untuk memudahkan sterilisasi biji-biji yang akan ditanam, buah sebaiknya dipanen tidak pada saat merekah, melainkan sebelum merekah atau saat buah sudah berwarna hijau kekung-kuningan. Sebelum buah dipanen, media makanan harus dipersapkan terlebih dahulu. Untuk mempersiapkan media makanan, dibutuhkan beberapa peralatan antara lain :

  • Peralatan laboratorium seperti: labu takar 1 liter, piprt gradiated ukuran 10cc, gelas piala 250cc, pipet Pasteur, cawan petri 9 cm dan 12 cm.
  • Kertas Ph (indicator Ph) dengan kisaran Ph 4-7
  • Botol-botol dengan mulut botol yang tidak terlalu kecil, atau dapat dilewati dengan pinset dan spatula dengan mudah
  • Penutup botol dari karet hitam atau dari kapas yang dibungkus dengan kain kasaa dan diikat pada ujungnya. Untuk menutup mulut botol dapat pula digunakan alluminium foil.
  • Botol-botol besar berukuran 1 liter warna cokelat sebagai penyimpan media stok.
  • Bahan-bahan penyusun media
  • HCI (Asam Klorida) 0,1 N atau NaOH (Natrium hiroksida) 0,1 N (N=Normalitas)
  • Timbangan halus yang dapat digunakan untuk menimbag dalam skala milligram
  • Autocalave atau presto cooker berukuran besar
  • Panic enamel berukuran dua kal volume media yang akan dimasak, dengan pengaduk kayu ata kaca.

Media Makanan

Terdapat dua jenis media makanan yang dapat dipilih dalam perkembangbiakan genetif dengan menggunakn biji, yaitu Knudson C dan media yang berasal dari pupuk daun. Media makanan dari pupuk lebih sederhana dalam pembuatannya, namun tidak sebaik media Knudson C. Komposisi yang sederhana, praktis dan murah membuat media ini ccok digunakan untuk menumbhkan biji anggrek yang bukan merupakan hibrida mahal.

Penanaman Biji

Sebelum dilakkan penanaman, beberapa peralatan perlu dipersiapkan, antara lain:

  • Alat-alat diseksi: pisau scalpel, gunting, pinset dan spatula
  • Alkhohol
  • Lampu spiritus
  • Sodium hipoklorit atau Clorox yang mengandung 5% sodium hipoklorit
  • Akuades steril
  • Laminar air flow cabinet (LAF) atau transfer box. Kabin pemindahan harus disetrilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Lamp UV pada LAF harus dinyalakan sekitar 1 jam sebelum digunakan untuk memastikan kabin telah steril dan terbebas dri bakteri yang dapat mengganggu proses penanaman.
  • Gelas piala 250 cc dan 500 cc
  • Cawan petri
  • Hand sprayer berisi alkhohol 70% dan 90%

Proses Penanam Biji Anggrek

Bila semua peralatan telah tersedia, makan penanaman biji dapat mulai dilakukan. Buah anggrek dipetik dengan hati-hati dan dicuci dengan menggunakan akuades steril. Buah anggrek harus diperlakukan dengan hati-hati agar tidak terpijit dan pech. Buah anggrek kemudian dicelupkan ke dalam alkohol 70% dan dimasukkan ke dalam kotak pentransfer atau LAF yang telah disterilkan. Buah anggrek kemudian direndam dalam larutan sodium hipoklorit selama 10-12 menit, kemudian setelahnya direndam dalam akuades steril dalam gelas piala 250 cc atau 500 cc, tergantung pada ukuran buah. Pembilasan dilakukan sebanyak 3 kali.

Buah anggrek yang telah disterilkan kemudian disimpan dalam cawan petri. Dengan menggunakan skalpel steril, bilas buah anggrek dan keluarkan biji-biji anggrek dengan menggunakan pinset panjang atau spatula, lalu ditaburkan ke atas media tanam di dalam botol. Mulut botol dipanaskan terlebih dahulu di atas lampu spiritus atau bunsen kemudian ditutup rapat. Bagian luar botol disterilkan dengan diusapi kapas yang dibasahi alkohol 70%. Botol-botol yang telah berisi biji anggrek kemudian diletakkan di rak-rak yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, atau diberikan penyinaran lampu neon.

Hal yang harus diperhatikan selama penanaman adalah agar tidak menyentuh buah anggrek dengan tangan. Semua proses penanaman dilakukan dengan menggunakan alat-alat yang telah disterilisasi. Setelah digunakan pinset atau alat-alat lainnnya harus dicelupkan ke dalam alkohol 95%, kemudian dibakar di atas lampu spiritus atau bunsen. Alat-alat kemudian didinginkan di atas cawan petri yang lain. Setelah dilakukan penanaman, tangan kemudian disemprot dengan menggunakan alkohol 70%. Teknik aseptik sangat dibutuhkan selama proses penanaman agar tidak ada kontaminan pada media penanaman atau selama proses penanaman berlangsung.

Biji anggrek dikulturkan selama 2-3 bulan, yaitu hingga saat anggrek-anggrek di dalam botol siap dipindahkan ke dalam media baru. Media yang baru dapat menggunakan media yang sama dengan sebelumnya, atau menggunakan media Knudson C yang ditambahkan dengan pisang yang telah matang sebanyak 150 gram/liter. Seedling yang sudah besar berangsur-angsur harus diberikan sinar matahari dengan intensitas yang semakin meningkat, sebagai persiapan untuk mengeluarkan seddling dari botol. Seedling bisa dikeluarkan dari botol bila akarnya sudah kuat dan daunnya sudah tegak. Pada tahap tersebut, seedling harus dipersiapkan agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang alami.


Itulah informasi dari kami tentang cara menanam biji angrek di botol. Terimakasih kepada para pembaca. Semoga mendapatkan sedikit pengetahuan dan wawasan dari kami.

Apakah Anda salah satu pecinta tanaman Anggrek? dan masih bingung dimana belinya?

Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit tanaman Anggrek unggulan untuk hiasan rumah atau taman Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-bibit-anggrek/

Untuk pemesanan media tanam pakis silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-pakis-media-tanam-bunga-anggrek/

 

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya