Anggrek Bulan atau Phalaenopsis Amablis adalah salah satu genus Phalaenopsis yang pertama kali ditemukan oleh Dr. C. L. Blume seorang ahli botani Belanda. Phalaenopsis sendiri sedikitnya terdiri atas 60 jenis dengan sekitar 140 varietas yang 60 varietasnya terdapat di Indonesia. Anggrek Bulan dianggap spesies yang cukup penting karena sebagai induk dapat menghasilkan berbagai keturunan atau hibrida. Menurut Rukmana (2008) Anggrek Bulan memiliki kedudukan dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut :

·         Kerajaan          : Plantae

·         Divisi               : Spermatophyta

·         Kelas               : Monocotyledonae

·         Bangsa             : Orchodales

·         Suku                : Orchidaceae

·         Marga              : Phalaenopsis

·         Jenis                : Phalaenopsis amabilis

 



 

 

Anggrek Bulan ini tersebar luas mulai dari Filiphina, Malaysia, Indonesia hingga Australia. Anggrek Bulan pertama kali ditemukan di Maluku. Anggrek ini memiliki beberapa nama diberbagai daerah seperti anggrek menur (Jawa), anggrek wulan (Jawa dan Bali), dan anggrek terbang (Maluku). Anggrek Bulan ditetapkan sebagai Puspa Pesona Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1993. Alasan bunga ini dinobatkan sebagai bunga nasional karena tampilan bunganya memanglah anggun dan cantik. Anggrek Bunga tumbuh menempel pada cabang pohon atau batang ini merupakan salah satu jenis Anggrek yang disebut asli Tanah Air. Warnanya yang putih memancarkan keindahan terpilih sebagai Bunga Nasional Indonesia. Keistimewaan lainnya adalah Anggrek Bulan mampu berbunga sepanjang tahun dengan masa rata-rata berbunga selama satu bulan (Iswanto, 2008)

Anggrek Bulan memiliki beberapa ciri-ciri yaitu, antara lain sebagai berikut :

1.      Batang

Ukuran batang Anggrek Bulan sangat pendek tidak seperti anggrek-anggrek lainnya dan terbungkus oleh seludang daun. Batang tanaman Bunga Anggrek dapat tumbuh tinggi secara vertikal. Pada satu titik tumbuh hanya terdiri satu batang utama saja yang tumbuh keatas.

2.      Akar

Akar unik yang dimiliki Anggrek Bulan menempel pada batang tumbuhan lain dan mengikuti permukaan batang yang ditempeli akar anggrek biasanya. Terdapat jaringan velamen pada akar yang berfungsi untuk memudahkan akar menyerap air dan melakukan pernapasan dan juga ada jamur yang berfungsi untuk mengubah zat organik menjadi humus dan menjadikan bahan makanan bagi bunga Anggrek Bulan.

Akar tanaman Anggrek Bulan terdiri dari dua macam (Rukmana: 2008) yaitu akar lekat dan akar udara. Akar lekat berfungsi untuk melekat dan menahan keseluruhan tanaman agar tetap berada pada posisinya, sedangkan akar udara berfungsi dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman karena berkemapuan menyerap unsur hara.

3.      Bunga

Anggrek Bulan memiliki berbagai warna beragam yang sangat indah. Terdapat tiga buah kelopak bunga dan tiga buah tajuk bunga. Satu buah kelopak terletak pada bagian punggung yang disebut kelopak punggung, sedangkan yang lain disebut daun kelopak samping karena terletak pada bagian samping.

Tajuk bunga posisinya berselang-seling dengan kelopak bunga. Di bagian pusat bunga terdapat alat kelamin jantan dan betina yang mejadi satu kesatuan. Bunga Anggrek mempunyai tiga buah penutup yang meliputi penutup sejajar dengan tiang bunga, penutup tengah keseluruhannya memiliki bulu-bulu yang halus, dan penutup samping.

4.      Daun

Daun Anggrek Bulan berwarna hijau berjumlah tidak lebih dari lima helai yang melebar kearah ujung daun dan pangkalnya menghimpit batang. Tekstur daun Anggrek Bulan berdaging tebal karena mengandung klorofil, simpanan air, dan cadangan makanan. Daun Anggrek Bulan biasanya tumbuh lebat sekitar 5-10 sentimeter. Biasanya daun Anggrek Bulan bertunggangan dan berderet dalam dua baris yang rapat dan berhadapan.

Selain itu, ternyata ada keunikan dari Anggrek Bulan yang dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan dan umumnya hidup pada ketinggian 50-600 mdpl, juga dapat berkembang pada ketinggian 700-1.100 mdpl dengan baik. Anggrek Bulan tumbuh epifit atau menempel di pohon yang cukup rindang dan menyukai tempat yang teduh serta lembab terutama di hutan basah dengan curah hujan 1.500-2.000 mm/tahun. Meskipun tumbuh di daerah tropis Angggrek Bulan hanya membutuhkan sedikit cahaya matahari (12.000-20.000 lux) sebagai penunjang hidupnya karena tidak tahan terhadap sengatan matahri langsung.


Itulah sedikit informasi tentang Anggrek Bulan dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda. 

Apakah Anda salah satu pecinta Anggrek ? Dan masih bingung belinya dimana?

Tidak perlu repot mencari bibit bunga Anggrek bagus dimana. 

Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit bunga Anggrek unggulan untuk bibit kebun Anggrek Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-bibit-anggrek/ 

  

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya