Sejarah awal keberadaan Anggrek pada 700 SM yang tertulis dalam bentuk gambar dan sastra di China dan Jepang. Para ahli tumbuh-tumbuhan mengatakan bahwa Anggrek memiliki jenis lebih dari 25.000 yang tersebar di seluruh dunia antara lain Indonesia, Argentina, Brazil, Ekuador, Kolombia, Mexico, Panama, Srilanka, dan Venezuela. Di Indonesia  memiliki lebih dari 4000 jenis Anggrek yang tersebar diberbagai pulau antara lain hutan-hutan di Pulau Jawa, ada 971 jenis yang berada di Sumatera, ada 113 jenis di Kepaluan Maluku, dan sisanya tersebar  di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Nusa Tenggara. Tetapi karena adanya kerusakan hutan, kita banyak kehilangan jenis Anggrek yang belum dikenali dan hanya mengetahui beberapa jenis saja yang masih tumbuh hingga sekarang. Salah satu Anggrek yang paling terkenal di Indonesia adalah Anggrek Bulan (Phalaenopis Amabilis) yang dijadikan sebagai Bunga Nasional juga dijuluki Puspa Pesona secara resmi dinobatkan pada tanggal 5 Juni 1990.

Anggrek atau tanaman suku anggrek-anggrekan ini dalam bahasa latinnya Orchidaceae, sedangkan dalam bahasa yunani Orchid berasal dari kata Orchis yang memiliki arti buah zakar atau testicle. Anggrek adalah salah satu tanaman hias yang sering dijumpai dengan jenis yang bermacam-macam. Anggrek termasuk keluarga besar dari kelompok atau subdivisi tanaman berbiji atau berbunga (angiospermae), kelas tanaman berbiji tunggal (monocotyledone), ordo orchidaceae (anggrek-anggrekan). Berikut adalah penjabaran dari klasifikasi Anggrek antara lain adalah:

·        Kingdom     : Plantae

·        Division       : Spermatophyta

·        Subdivision  : Angoisperms

·        Class           : Monocotyledoneae

·        Family         : Orchidaceae

·        Sub-family   : Epidendroideae

·        Tribe           : Epidendreae

·        Sub-tribe     : Dendrobinae

·        Genus          : Dendrobium

 

Anggrek memiliki lambang kesuburan dan kejantanan. Ada anggapan bahwa apabila seseorang mengkonsumsi anggrek muda, maka bisa melahirkan anak laki-laki dan apabila mengkonsumsi anggrek tua bisa melahirkan anak perempuan. Pernyataan ini tidak disebutkan arti dari konsumsi itu dimakan atau hanya menikmati keindahannya saja.

Terdapat beberapa karakterisik dari Anggrek antara lain:

·     Anggrek memiliki akar berbentuk serabut dan tidak menembus terlalu dalam di media pertumbuhan. Mikoriza sering dijumpai pada permukaan akarnya yang bersimbiosis dengan tanaman anggrek.

·        Anggrek menghasilkan buah bentuknya seperti kapsul yang berwarna hijau, jika sudah matang maka buah tersebur akan mengering serta kulitnya terbuka dari pinggir.

·        Anggrek memiliki biji dengan jumlah yang sangat banyak, memiliki ukuran yang sangat kecil dan ringan yang mudah terbang ketika tertiup angin.

·        Anggrek memiliki bentuk daun yang oval memanjang dengan tulang daun memanjang.

·        Anggrek memiliki 3 petal (daun mahkota bunga) yang letaknya selang-seling dengan daun kelopak bunga seperti lidah yang disebut labellum (bibir bunga) yang membuat bunga simetris antara kiri dan kanan.

·        Anggrek memiliki 3 sepal (daun kelopak bunga) yang terletak pada bagian belakang (punggung) menghadap keatas yang dinamakan sepal dorsal.

·            Batang yang dimiliki Anggrek beruas-ruas.

·            Saat pertumbuhan tangkai bunga dapat berkelak-kelok tergantung arah sumber cahaya.

·            Ada tepung sari yang berkumpul bersama pada bagian yang disebut pollinia.

·        Putik dan benang sari (bagian jantan dan betina) bergabung bersama, yang disebur coloumn.

·        Membutuhkan waktu mekar yang lama setidaknya berlangsung enam minggu yang menampilkan keindahan di rumah.

 

Tanaman Anggrek menempati posisi penting dalam industri florikultura. Florikultura adalah cabang ilmu hortikultura yang mempelajari budidaya tanaman hias seperti tanaman pot, tanaman penghias tanam, dan bunga potong. Tanaman Anggrek dapat tumbuh di dataran tinggi termasuk puncak gunung yang bersalju, hutan rimba yang panas, gurun kering, dan dataran rendah. Di daerah tropis sangat cocok untuk pertumbuhan anggrek karena disebabkan oleh agroklimat di daerah tropis itu sendiri, maka dari itu Indonesia memiliki banyak sekali jenis Anggrek-anggrekan yang dapat tumbuh karena termasuk daerah tropis.

Anggrek secara umum dapat digolongkan menjadi dua jenis yaitu epifit dan terresterial. Dimana epifit adalah jenis anggrek yang tumbuhnya menempel pada tanaman lain, tetapi tidak merugikan tanaman yang ditumpanginya, contohnya adalah genus Dendrobium, Bulbophyllum, dan Coelogyne. Sedangkan terresterial adalah jenis anggrek yang tumbunya di tanah, contohnya genus Spathoglottis, Paphiope-dilum, dan Calanthe. Pada catatan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian dalam Outlook Anggrek (2015) jenis anggrek yang paling banyak dibudidayakan adalah Dendodrium, Vanda, Orcidium, dan Cattlleya tujuannya untuk nilai komersial sehingga dikembangkan oleh masyarakat.

Itulah sedikit informasi tentang sejarah Anggrek dan karakteristiknya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan bagi Anda. 

Apakah Anda salah satu pecinta Anggrek ? Dan masih bingung belinya dimana?

Tidak perlu repot mencari bibit bunga Anggrek bagus dimana. 

Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit bunga Anggrek unggulan untuk bibit kebun Anggrek Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-bibit-anggrek/ 

  

0Komentar

Sebelumnya Ini adalah postingan terakhir