Anggrek memiliki bunga yang tahan lama dan tidak cepat rontok. Keindahannya yang nampak menjadi faktor daya tarik sendiri untuk para pecinta tanaman apabila dibandingkn dengan bunga lainnya. Tak heran banyak sekali orang mencari tanaman Anggrek untuk dijadikan hiasan rumah atau taman. Ada beberapa jenis Anggrek yang saat ini sedang dicari untuk tujuan bisnis atau hanya hiasan saja. Seperti yang sudah kami tuliskan artikel tentang jenis-jenis Anggrek, antara lain:

Jenis-jenis Anggrek

a.       Anggrek Bulan

b.      Anggrek Dendrobium

c.       Anggrek Cattleya

d.      Anggrek Vanda

Jenis Anggrek tersbut memerlukan media tanam dengan menemepl pada media sehingga dapat berdiri kokoh dan mendapatkan nutrisi. Dan masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan yang wajib Anda ketahui, seperti bentuk bunganya.

Untuk menanam dan memeliharanya Anggrek butuh pengetahuan dan pengalaman sehinga akan menghasilkan bunga Anggrek yang bagus dan indah. Pemeliharaan bunga anggrek membuthkan kesabaran yang cukup. Salah satu hal utama dalam budidaya Anggrek adalah media tanam. Pertumbuhan tanaman Anggrek akan subur apabila media tanam Anggrek yang dipilih cocok atau sesuai. Misalnya, apabila mdia tanam tidak mampu menahan atau menyimpan air dengan baik atau terlalu banyak kandungan air, maka anggrek akan layu dan lambat laun akan mati.

Syarat Media Tanam Anggrek

Ada beberapa syarat media tanam anggek yang harus dipenuhi antara lain:

-          Media tanam mampu menyimpan unsur hara

-          Media tanam mampu mengikat air

-          Media tanam mampu menopang tanaman anggrek

-          Media tanam tidak boleh becek ketika terkena siraman air

-          Media tanam tidak mengandung bahan beracun

-          Media tanam merupakan bahan yang mengandung unsur hara mako dan mikro

-          Media tanam tidak boleh lapuk

-          Media tanam tidak sangat masam atau alkalis, Ph yang cocok 5,5  6,5

-          Media tanam harus poros/memiliki drainase yang baik

-          Media tanam harus dapat terjadi sirkulasi dara atau aerasi

Media Tanam Anggrek

Ada beberapa media tanam yang sering digunakan dalam menanam anggrek karena ekonomis praktis dan cocok, antara lain sebagai berikut:

-          Batang Pakis



Batang pakis merupakan media tanam yang paling popular bagi pecinta tanaman anggrek. Batang pakis memiliki kemampuan aerasi dan drainase yang baik. Aerasi adalah proses pengelolahan air dengan cara mengontaknya dengan udara agar jumlah oksigen bertambah, sedangkan drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan kelebihan air dari satu tempat ke tempat lain misalnya wadah air, baik yang alamiah ataupun buatan.

Pakis yang digunakan di pot sebaiknya berupa potongan atau cincangan yang tidak terlalu halus. Potongan yang hals menyebabkan kelembapan yang tingi yang bias menimbulkan penyakit busuk akar. Sebelum digunakan pakis sebaiknya direndam terlebih dahulu dengan larutan pupuk NPK. Untuk mengindari media tanam menjadi sumber inoculum, sebelum digunakan media pakis sebalikna dicelup dalam larutan fungisida.

Untuk mengusir hama semut ata serangga lain, media ini direndam ke dalam larutan insektisida. Dalam menyimpannya, media pakis sebaiknya jangan ditumpuk (untuk menghindari hadir hama  semut) melainkan digantung dan dikering-anginkan.

-          Sabut Kelapa



Media tanam in mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Medi sabut kelapa yang satu ini memiliki daya simpan air yang sangat baik serta mengandung unsur hara yang diperlukan tanaman. Jika ingin menggunakan sabut kelapa sebaiknya pilih sabut kelapa yang sudah tua dan dipotong-potong sesuai dengan ukuran pot. Kelemahan media ini yakni mudah melapuk dan akarnya membusuk. Sebaiknya media sabut kelapa direndam ke dalam laruan fungisida agar terhindar dari penyakit.

-          Serbuk Gergaji atau Potongan Kayu



Serbuk gergaji atau potongan kayu memiiki aerasi dan drainase yang baik tetapi daya serap air kurang baik, juga media ini mengandung sedikit unsur nitrogen. Media ini lebih banyak digunakan untuk jenis Anggrek terresial (jenis bunga anggrek tanah). Sebaiknya direndam dahul dengan larutan pupuk urea dan TSP sebelum menggunakan serbuk gergaji sebagai media tanam. Untuk penyimpanannya, media ini dimasukkan ked ala karung dan disimpan di tempat yang kering.

-          Pecahan Genteng



Media ini juga dapat digunakan untuk menanam anggrek. Tetapi kemampuannya rendah dalam mengikat air dan menyimpan unsur hara.

-          Pecahan Batu Bata



Media ini tidak mudah lapuk dan memiliki aerasi dan drainase yang cukup baik. Penempatan media pecahan genteng dan batu bata yaitu di dasar pot atau mengis 1/3 bagian pot. Pecahan batu bata berbeda dengan pecahan genteng, media tersebt memiliki daya serap yang tinggi.

-          Arang Kayu



Media arang tidk mudah lapuk dan tidak mudah ditumbuhi cendawan dan bakteri namun memiliki unsur hara yang sedikit dan harganya relative mahal. Arang kayu juga dapat menyerap zat-zat toksik atau beracun dan menjaga Ph media tanam. Sebaiknya sebelum digunakan arang kayu harus direndam dahulu ke pupuk NPK dicampur fungisida.

-          Lumut



Media ini termasuk awet karena bias digunakan selama 1 tahun. Lumut disebut juga dengan moss yang mempunyai sifat mengatur kelembapan, sehingga tidak mudah menyebabkan akar busuk pada tanamn anggrek. Media tanam lumut ini sudah banyak dijual tetapi hargany relative mahal. Sebelum digunakan sebaiknya dindam dalam laran fungisida untuk mencegah serangan penyakit.

 

Itulah sedikit informasi dari kami tentang beberapa media tanam anggrek yang bisa digunakan dan mudah didapat. Terimakasih kepada para pembaca. Semoga bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang Anggrek.

Apakah Anda salah satu pecinta tanaman Anggrek? dan masih bingung dimana belinya?

Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit tanaman Anggrek unggulan untuk hiasan rumah atau taman Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-bibit-anggrek/

Untuk pemesanan media tanam pakis silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-pakis-media-tanam-bunga-anggrek/

 

 

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya