Pada setiap individu anggrek memiliki kondisi berbeda-beda seperti kondisi makro, mikro, dan super mikro. Kondisi makro adalah lingkungan atau daerah di mana anggrek itu berada. Contohnya anggrek di daerah tropis yang kemudian menyempit menjadi lingkungan negara Indonenesia, menyempit lagi hanya di Pulau Jawa, menyempit di area Jawa Timr, setelah itu menyempit lagi di daerah Kediri. Sedangkan kondisi mikro adalah lingkungan dimana anggrek tersebut tumbuh. Contohnya kondisi kebun atau taman. Meski anggrek berada dalam taman yang sama, belum tentu anggrek menunjukkan tingkat perkembangan dan pertumbuhan yang sama. Anggrek dendrobium x superbiens yang berada di kebun BPG misalnya. Pada area ternaung (intensitas cahaya 15%) yang mana anggrek mendapat sinar langsung minim atau yang menerobos dari sela dedaunan saja, anggrek tidak kunjung berbunga, padahal sudah 2 tahun lebih. Sedangkan rumpun splitannya dan tempat yang sama namun diletakkan pada area yang terhujani sinar matahari langsung, anggrek telah berbunga dan beranak-pinak.

Untuk meletakkan anggrek ke tempat yang lebih terang juga bukanlah mudah. Namun, seluruh nggrek epifit dapat menerima sinar matahari langsung pagi dan sore hari. Sedangkan cahaya matahari siang hari antara pukul 11.00 sampai 14.00 tidak semua anggrek mampu menerimanya. Ada beberapa cara untuk mengetahui apakah anggrek tersebut mampu menerima sinar yang terik setelah dipindahkan, antara lain :

Daun berwarna hijau terang. Bila sedikit menguning masih normal dalam batas kewajaran. Jika warna daun tetap atau masih hijau tua cahaya yang diterima harus diperlama.

Daun terbakar. Hal ini wajar karena anggrek belum beradaptasi dengan keadan barunya yang lebih panas disbanding sebelumnya. Jika sebatas daun-daun bagian bawah sebanyak 1 atau 2 helai, keadaan masih normal-normal saja. Jika lebih dari itu, anggrek perlu dipindah ke tempat yang lebih teduh atau lamanya terpapar dikurangi.

Pada jenis tertentu terdapat bercak atau semburat warna ungu pada daun atau kulit batang. Jika tidak ada warna ini berarti keadaan anggrek masih normal.

Atau terkadang yang terbakar hanya bagian tengahnya saja dari helai daun. Biasanya pada anggrek yang memiliki daun lebar dan tebal seperti Dendrobium hibrida. Untuk keadn yang seperti ini, cukup potong atau iris pada bagian yang terbakar saja (tidak perlu semua bagian helai dari daunnya). Biasanya setelah dipotong, panas matahari yang diterima daun menjadi berkurang, sehingga daun dapat segera beradaptasi dengan keadan barnya tersebut.

Berikut anggrek koleksi yang memiliki permukaan akar putih dan mampu terpapar panas matahari antara lain sebagai berikut :

Anggrek Dendrobium



Sebagian besar jenis anggrek dendrobium tahan terhadap panas matahari secara langsung sepanjang hari. Seperti Dendrobium anosmum, dendrobim aphyllum, dendrobium phalaenopsis, dendrobium crumenatum, dendrobium x superbiens dan varian-varian hibrida pertumbuhannya sehat dan rajin berbunga.

Anggrek Oncidium Golden Shower



Anggrek oncidium memiliki akar serupa dengan akar Dendrobium, sehingga anggrek ini tahan terhadap panas matahari secara langsung. Ada yang mengatakan jika pertumbuhannya yang terbaik adalah saat warna daun dan batang agak menguning.

Anggrek Asem



Anggrek asem ini membutuhkn musim kemarau untuk menghasilkan bunga yang kana mekar jika musim penghujan datang. Saat anggrek diletakkan di paparan sinar matahari mulai pukul 12.00 – 15.00 anggrek asem keadaannya masih normal.

 

Itulah informasi dari kami tentang keadaan anggrek saat terpapar panas matahari. Terimakasih kepada para pembaca. Semoga mendapatkan sedikit pengetahuan dan wawasan dari kami.

Apakah Anda salah satu pecinta tanaman Anggrek? dan masih bingung dimana belinya?

Disini kami menyediakan berbagai jenis bibit tanaman Anggrek unggulan untuk hiasan rumah atau taman Anda. Untuk pemesanan silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-bibit-anggrek/

Untuk pemesanan media tanam pakis silahkan kunjungi https://indosuplai.com/jual-pakis-media-tanam-bunga-anggrek/

 

 

 

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya